▶️ Klik play untuk musik latar.
Ada masa ketika aku merasa gak ingin menjelaskan apa pun pada siapa pun. Bukan karena aku sedang marah. Bukan juga karena aku membenci. Tapi karena aku hanya… ingin sendiri.
Keinginan ini muncul bukan karena ingin menjauh dari dunia, melainkan karena aku ingin lebih dekat dengan diriku sendiri. Kadang, dunia terasa terlalu ramai. Terlalu bising. Terlalu menuntut kita untuk selalu kuat, selalu tersenyum, dan selalu ‘baik-baik saja’. Padahal, gak selalu seperti itu.
Hari-hari tertentu membawa lelah yang gak bisa disampaikan lewat kata.
Ada rasa kosong yang gak bisa dijelaskan.
Dan di situlah, aku mulai menyadari bahwa aku butuh diam. Aku butuh ruang.
Aku butuh waktu untuk diriku sendiri.
Bukan menutup diri,hanya butuh sunyi. Banyak orang mengira ingin sendiri itu tanda menjauh. Padahal, ingin sendiri sering kali adalah bentuk menyelamatkan diri. Aku gak ingin merusak hubunganku dengan orang lain.
Aku tidak sedang menghindar.
Aku hanya ingin kembali mengenal siapa aku tanpa tuntutan, tanpa penilaian, tanpa harus menjawab apa pun. Ada kedamaian dalam sunyi. Dan kadang, justru dalam kesendirian itu, aku bisa mendengar isi hatiku sendiri lebih jelas.
Mendengarkan Diri yang Sering Diabaikan
Selama ini aku terlalu sibuk memenuhi ekspektasi orang lain. Terlalu banyak “ya” yang kuucapkan padahal hatiku ingin bilang “tidak.”
Terlalu sering menunda tangis, menelan kecewa, dan pura-pura kuat hanya agar dunia gak terganggu oleh kelemahanku.
Sampai akhirnya aku sadar kalau diriku yang terdalam sudah lama menunggu untuk didengar.
Ingin sendiri bukan kelemahan.
Itu adalah kebutuhan. Kebutuhan untuk merawat luka yang gak terlihat. Kebutuhan untuk bernapas tanpa tekanan.
“Sendiri bukan berarti kesepian. Kadang, itu adalah cara paling lembut untuk memulihkan diri.”
Proses Mengenal Diri Itu Dimulai dari Hening
Dalam sepi aku mulai bertanya :
- Apa yang benar-benar membuatku tenang?
- Apa yang sedang aku lawan?
- Apa yang selama ini aku pendam?
Kesendirian memberiku ruang untuk jujur. Dan kejujuran itu menyembuhkan. Aku mulai berdamai dengan rasa gagal, dengan kecewa, bahkan dengan diri yang gak sempurna. Karena saat aku sendiri, aku gak perlu jadi siapa pun selain diriku sendiri.
“Kamu berhak istirahat. Kamu berhak memilih diam. Itu bukan tanda menyerah. Itu adalah bentuk mencintai dirimu sendiri.”
Jangan Takut Terlihat Jauh
Beberapa orang mungkin gak mengerti. Mereka akan bertanya-tanya, “Ada apa sih kok tiba-tiba menjauh?”
“Apa aku salah?”
Dan kamu pun lelah menjelaskan. Tapi gak apa-apa. Gak semua orang harus mengerti. Karena kadang, yang kita butuhkan bukan penjelasan tapi pelukan dari dalam diri sendiri.
Pelan-pelan, Aku Kembali Pulih
Di hari-hari tenangku yang sunyi, aku mulai mengenal lagi versi diriku yang sempat hilang. Aku mulai:
- Tidur dengan nyaman
- Menulis perasaan yang tertunda
- Menyeduh teh tanpa buru-buru
- Melihat langit pagi tanpa notifikasi
Dan dari semua hal sederhana itu, aku pelan-pelan sadar…
aku sedang kembali.
Tonton video Shorts ini di YouTube
Jadi …
Kalau kamu sedang merasa ingin sendiri, izinkan dirimu untuk menarik diri sejenak. Dunia akan baik-baik saja tanpamu selama beberapa waktu. Tapi dirimu gak akan baik-baik saja jika kamu terus mengabaikannya.
Ingat !
“Yang paling butuh kamu saat ini bukan mereka… tapi dirimu sendiri.”
Mungkin kamu juga suka artikel ini : terima kasih, aku masih ada
Atau artikel ini : bangkit dari kehilangan orang yang dicintai
