Klik play untuk mendengarkan musik sambil membaca.
Untuk diriku sendiri,
Aku tahu kamu capek.
Dan aku gak akan memintamu untuk berpura-pura kuat hari ini.
Aku tahu kamu lelah harus tersenyum, harus terlihat tenang, harus baik-baik saja di hadapan dunia, padahal dalam diam kamu terus menahan sesuatu yang terasa berat di dada. Kamu udah terlalu sering bilang “gak apa-apa”, padahal yang kamu butuhkan sebenarnya cuma satu, ada yang ngerti tanpa kamu harus jelasin apa-apa.

Hari ini, kamu gak harus jadi kuat.
Hari ini, izinkan dirimu untuk merasakan apa pun itu.
Gak harus ditahan, gak harus diabaikan, gak harus disembunyikan.
Aku tahu ada hari-hari yang terasa penuh beban. Seperti kamu berjalan sendiri di jalan yang gak ada ujungnya. Bahkan suara sendiri pun kadang jadi terlalu bising untuk ditenangkan. Kamu jadi lebih mudah tersinggung, lebih gampang merasa sendiri, dan mungkin lebih sering mempertanyakan “apa aku cukup?”
Kamu cukup. Bahkan kalau hari ini kamu merasa tidak.
Kamu tetap berharga. Bahkan kalau kamu merasa sedang kehilangan arah.
Tonton video ini di YouTube Shorts
Kadang kamu cuma butuh diakui bahwa kamu sudah berusaha.
Gak semua orang ngerti usaha diam-diam yang kamu lakukan. Gak semua orang tahu seberapa keras kamu mencoba tetap waras dalam keheningan. Tapi aku tahu. Karena aku itu kamu. Dan aku bangga padamu.
Aku tahu kamu pernah kecewa.
Pernah berharap dan dikecewakan.
Pernah percaya lalu disakiti.
Pernah menunggu tapi dilupakan.
Pernah memberi tapi gak dihargai.
Tapi itu gak menjadikanmu salah.
Itu gak membuatmu buruk.
Itu gak menjadikan cintamu sia-sia.
Yang kamu berikan dari hati dan gak pernah sia-sia.
Sekalipun gak dibalas oleh manusia, Tuhan mencatat setiap ketulusanmu.
Kamu berhak sembuh. Bukan untuk orang lain, tapi untuk dirimu sendiri.
Aku tahu kamu pernah bertahan terlalu lama hanya karena gak ingin kehilangan. Padahal di balik semua itu, kamu justru kehilangan dirimu sendiri sedikit demi sedikit. Tapi sekarang… pelan-pelan kamu mulai sadar.
Bahwa kehilangan seseorang yang gak bisa menjaga hatimu bukanlah akhir dari segalanya.
Justru kadang itu adalah jalan semesta untuk menyelamatkanmu dari hubungan yang perlahan-lahan mengikis siapa dirimu sebenarnya.
Kamu bisa memaafkan. Bukan karena dia pantas dimaafkan. Tapi karena kamu ingin bebas dari belenggu rasa sakit.
Kamu bisa melepaskan bukan karena kamu menyerah. Tapi karena kamu sadar bahwa kamu gak harus mempertahankan apa yang gak mau tinggal.
Dengar baik-baik…
Kamu punya hak untuk mengambil jarak dari semua yang menguras tenagamu.
Kamu punya hak untuk bilang “tidak” pada hubungan yang bikin kamu terus merasa salah.
Kamu punya hak untuk memilih bahagia meskipun itu berarti kamu harus pergi dari tempat yang dulu kamu sebut rumah.
Berhenti menyalahkan dirimu sendiri atas apa yang terjadi. Kadang yang kamu alami bukan karena kamu lemah, tapi karena kamu sudah terlalu kuat terlalu lama.
Dan sekarang … tarik napas dalam-dalam. Dengarkan hatimu yang perlahan kembali bicara.
Dia bilang:
“Aku butuh dipeluk, bukan ditekan. Aku butuh dimengerti, bukan dihakimi. Aku butuh dipercaya, bukan dibandingkan.”
Dan kamu bisa mulai dari memeluk dirimu sendiri lebih erat.
Menerima setiap luka sebagai bagian dari proses.
Menjadikan kesedihan bukan musuh, tapi pengingat untuk lebih mencintai dirimu lagi.
Karena yang paling menyakitkan bukan ditinggalkan oleh orang lain. Tapi ketika kamu meninggalkan dirimu sendiri hanya untuk membuat orang lain tetap tinggal.
Ini waktunya kembali kepada dirimu sendiri.
Kembali ke hati yang sudah terlalu lama kamu abaikan.
Kembali ke pikiran yang dulu pernah kamu penuhi dengan cinta dan semangat.
Kembali ke tujuan yang pernah membuat matamu berbinar saat menyusunnya.
Kamu bukan orang lemah hanya karena hari ini kamu butuh istirahat.
Kamu bukan gagal hanya karena ada yang gak berjalan sesuai rencana.
Kamu hanya manusia yang sedang belajar menerima, berdamai, dan tumbuh.
Dan aku tahu kamu bisa.
Karena kamu masih di sini.
Masih bertahan dan masih bernapas.
Dan itu… sudah sangat luar biasa.
Jadi mulai sekarang…
Berhentilah meragukan dirimu sendiri.
Berhentilah menyamakan dirimu dengan standar orang lain.
Berhentilah merasa harus selalu ‘cukup’ di mata semua orang.
Karena cukup itu cuma bisa kamu temukan saat kamu belajar mencintai dirimu sendiri tanpa syarat.
Kamu boleh mengejar mimpi.
Tapi jangan lupakan dirimu sendiri dalam prosesnya.
Milikilah cita-cita, tapi peluk juga ketenangan.
Kamu boleh punya banyak rencana. Tapi jangan lupa kalau hati juga butuh waktu untuk pulih.
Dan terakhir…
Kalau suatu hari kamu kembali merasa lelah, baca surat ini lagi.
Karena aku gak akan bosan ngingetin kamu bahwa:
Kamu berharga.
Kamu cukup.
Kamu layak dicintai.
Dan kamu gak sendirian.
Peluk untuk dirimu sendiri,
Yang masih bertahan meskipun sempat ingin menyerah.
Yang masih tersenyum meskipun sempat patah.
Aku bangga padamu.
Jangan pernah berhenti berjalan. Tapi juga jangan lupa berhenti sejenak untuk menenangkan hatimu.
Sebab kamu juga layak merasa damai.
Dengan cinta dan pengertian,
Dari Dirimu sendiri
Mungkin kamu juga suka artikel ini : Refleksi Emosi Sehari Penuh


