HAL KECIL YANG MENJAGAMU BERTAHAN

Klik play untuk mendengarkan musik sambil membaca.

 Pagi ini aku duduk diam, memandangi cahaya matahari yang pelan-pelan masuk lewat celah jendela. Ada rasa hangat yang singgah, tapi entah kenapa di sudut hati, tetap ada ruang kosong. Ruang itu seperti terus mengingatkan bahwa hidupku belum lengkap.

Tanaman hijau dalam pot dan cangkir kopi di tepi jendela dengan cahaya matahari pagi yang hangat

Kadang aku bertanya pada diri sendiri, “Kapan ya semua ini terasa utuh?” Mungkin ketika mimpi tercapai, ketika hati gak lagi kecewa, atau ketika semua hal yang kuinginkan ada di genggaman. Tapi entah kenapa, “nanti” itu terasa jauh sekali.

Aku tersadar, terlalu sering mataku tertuju pada yang belum ada, sampai lupa melihat apa yang sudah hadir. Padahal, pagi ini saja, ada banyak hal kecil yang menemaniku bertahan. Udara segar yang memenuhi paru-paru. Secangkir minuman hangat yang terasa seperti pelukan kecil untuk tubuh. Suara burung di kejauhan. Dan kenyataan sederhana bahwa aku masih di sini dan masih punya kesempatan untuk mencoba lagi.

Tonton video pendek ini di YouTube

Bersyukur, kata itu sering terdengar klise. Tapi ternyata, menghargai hal-hal kecil bukan berarti aku berhenti bermimpi besar. Justru itu cara untuk mengisi kekosongan, sedikit demi sedikit, sampai suatu hari aku menyadari wadah itu sudah penuh.

Hidup jarang memberi semua yang kuinginkan sekaligus. Kadang hanya potongan-potongan kebahagiaan di sela-sela badai. Kadang diberi waktu untuk merasakan kehilangan, agar nanti aku lebih menghargai saat sesuatu hadir kembali. Dan kadang, hanya diberi pagi yang tenang sebagai pengingat bahwa hidup masih punya ruang untuk diperbaiki.

Hari ini, aku ingin melangkah pelan. Gak harus menyelesaikan semua masalah sekaligus. Gak perlu punya semua jawaban. Cukup fokus pada satu hal yang membuatku bertahan dengan mendengarkan lagu favorit, merapikan meja, atau sekadar menatap langit dan mengingat bahwa aku masih di sini.

Aku terlalu sering menunggu “hari besar” yang akan mengubah hidup, padahal hidup ini dibangun dari hari-hari kecil yang dijalani sepenuh hati. Mungkin, pagi ini akan menjadi salah satunya, bukan karena ada sesuatu yang spektakuler, tapi karena aku memilih untuk hadir sepenuhnya.

Hidupku gak rusak hanya karena ada bagian yang hilang. Seperti langit pagi yang tetap indah walau ada awan, aku juga tetap berarti walau belum sempurna.

Jadi, hari ini aku ingin mencoba satu hal, mengingat tiga hal kecil yang patut aku syukuri. Lalu membiarkan hal-hal itu menjadi jangkar saat hati terasa goyah.

Aku tahu, aku belum sampai di titik yang kuinginkan. Tapi aku sudah melangkah sejauh ini. Dan itu sudah cukup menjadi alasan untuk bangga pada diri sendiri.

Pagi ini, aku memilih untuk percaya pada proses, pada waktu dan pada diriku sendiri.

Selamat pagi,
Semoga hari ini lembut untukku, dan untuk siapa pun yang juga sedang belajar mencintai hidup apa adanya.


🎥 Temukan versi video dari tulisan ini di YouTube

Klik tombol di bawah dan bergabunglah bersama Kata Kita untuk menikmati konten reflektif setiap hari.


YouTube Logo
Subscribe & Kunjungi Channel


 

Mungkin kamu juga suka artikel ini : berani melangkah meski belum siap

© Kata Kita — Semua tulisan di blog ini adalah karya original. Dilarang menyalin/republish tanpa izin.