Menjaga Mental dan Hidup Lebih Damai

Menjalani Kehidupan dengan Ikhlas: Refleksi dan Tips Praktis

Daun yang berguguran

Beberapa hari yang lalu aku bertemu dengan salah satu relasi dekat. Pertemuan itu terjadi bukan karena sebuah agenda yang kami rencanakan secara jauh-jauh hari, melainkan karena acara keluarga besar yang berkumpul tiba-tiba karena momen berduka. Aneh rasanya, karena dalam suasana duka itu justru kami bisa berkumpul. Kesibukan sehari-hari membuat kami jarang bersua, dan hanya momen seperti ini yang akhirnya menyatukan kami kembali.

Saat berbincang, seorang relasi menghampiriku dan bertanya bagaimana keadaanku. Bagaimana aku menjalankan hari-hariku. Aku hanya berpikir bahwa : “Semua baik-baik saja, aku bisa menjalaninya dengan cukup baik.” Bukan berarti aku tak punya masalah, tentu saja semua orang mempunyai masalahnya sendiri. Tapi bagiku, inilah kehidupan: kita hanya perlu melewatinya dengan cara kita sendiri. Pada akhirnya, diri kita sendiri yang bertanggung jawab atas hidup kita. Orang lain hanya bisa melihat dari permukaannya saja, tanpa tahu apa yang benar-benar kita rasakan dalam hati.

Belajar dari Kehilangan

Aku pernah mengalami kehilangan besar dimana aku kehilangan orang terdekatku, kepergian orang terdekat. Dari situ aku belajar banyak tentang hidup yaitu bagaimana aku belajar untuk menghargai waktu, kesempatan, dan kebersamaan. Dari kesedihan itu muncul kesadaran baru tentang bagaimana aku ingin menjadi pribadi yang lebih baik, sesuai versiku sendiri.

Aku bukan orang yang hebat atau terlihat sangat kuat seperti yang dilihat orang lain. Aku hanya berusaha untuk terus belajar dan menikmati “hari ini” yang masih bisa aku jalani. Hidup terasa lebih ringan ketika aku berhenti memaksakan diri memenuhi bayangan orang lain.

Jangan Terlalu Menekan Diri

Aku juga belajar untuk tidak terlalu menekan diri sendiri. Jangan terlalu stres menghadapi kondisi saat ini. Belajarlah untuk ikhlas dan lakukan apapun sesuai kemampuan kita sendiri, bukan meniru orang lain. Jika aku bisa melakukannya dengan caraku, ya lakukan saja. Karena kalau kita terlalu memaksakan segala sesuatu, itu bisa menekan hati kita sendiri.

Ini berbeda dengan sikap “tidak mau berusaha.” Kita tetap perlu untuk berusaha, tapi kita juga harus mengenali keterbatasan diri kita karena keterbatasan itu bukan kelemahan, melainkan pengingat bahwa kita ini manusia.

Menjaga Kesehatan Mental dan Kedamaian Hati

Menjaga kesehatan mental sama pentingnya juga dengan menjaga kesehatan fisik kita. Cobalah untuk melakukan apa yang menenangkan hati kita, dan coba untuk menjauhkan apa yang membuat resah diri kita. Menurutku, hidup ini sangat berharga untuk kita jalani.

Ketika aku bercerita, relasiku tersenyum dan bilang, “Sepertinya hidup kamu menyenangkan ya.” Aku tersenyum dan merasa bersyukur jika dari luar terlihat begitu meskipun kenyataannya tidak sesederhana itu. Tetapi komentar seperti ini seringkali hanya merefleksikan apa yang terlihat, bukan apa yang terjadi di dalam. Jadi, jangan tergoda membandingkan hidupmu dengan hidup orang lain hanya dari apa yang terlihat.

Tips untuk Menjalani Hidup dengan Lebih Damai

Berikut beberapa tips praktis yang bisa kamu coba:

  1. Terima hidup apa adanya
    • Setiap orang punya beban sendiri. Jangan membandingkan tapi jalani sesuai dengan cara kamu.
  2. Belajar ikhlas
    • Usaha untuk tetap berjalan dan menerima dengan hati yang ikhlas
    • Ketahui kapan harus berusaha dan kapan harus melepas.
  3. Kenali dan hormati batas kemampuanmu
    • Berusaha itu baik, tapi jangan sampai memaksakan hingga stres.
  4. Dekatkan yang menyejukkan hati ; jauhkan yang merisaukan
    • Prioritaskan kedamaian batin.
  5. Hargai hari ini
    • Jangan terjebak dalam masa lalu atau masa depan. Hari ini adalah anugerah.
  6. Tidak perlu selalu terlihat hebat di mata orang lain
    • Biarkan penilaian luar tak ganggu perjalanan batinmu.
  7. Bangun support system
    • Dukungan dari keluarga, teman, dan komunitas itu bukan tanda kelemahan, justru kekuatan. Menurut Alodokter (Agustus 2025), tetap terhubung dengan orang terdekat sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental, interaksi hangat bisa memberikan rasa aman dan menguatkan mentalmu .
  8. Sadari bahwa isu kesehatan mental adalah nyata dan luas
    • Riset menunjukkan sekitar 20% populasi Indonesia mengalami gangguan mental emosional, dan hampir 10% remaja pernah berpikir untuk bunuh diri. Ini menggarisbawahi pentingnya menjaga kesehatan mental dan hati damai, karena kita tidak sendiri dalam perjalanan ini .

Penutup Refleksi

Hidup terlalu berharga untuk kita habiskan dengan membandingkan diri kita sendiri dengan orang lain atau menekan diri sendiri hingga kehilangan kedamaian. Yang bisa kita lakukan adalah berusaha semampu kita, menjaga hati tetap tenang, dan menghargai setiap hari yang kita punya.

Aku bukan orang yang hebat. Dan aku bukan juga selalu terlihat kuat. Tapi aku terus belajar untuk menghargai hari ini. Selama aku mampu menjaga kedamaian dalam hati, itu saja sudah menjadi keberhasilan sejati dalam hidupku.

Ada beberapa quotes yang mungkin bisa menguatkan

“Ikhlas bukan berarti menyerah, tapi menerima dengan hati tenang apa yang tidak bisa kita kendalikan.”

“Hidup terlalu singkat untuk dihabiskan membandingkan diri dengan orang lain. Jalani dengan cara terbaikmu sendiri.”

“Kekuatan bukan tentang selalu terlihat tegar, tapi tentang berani mengakui keterbatasan dan tetap melangkah.”

“Kesehatan mental adalah seni menjaga hati tetap damai, bahkan ketika hidup penuh tekanan.”

“Hari ini adalah hadiah, bukan jaminan. Nikmati selagi masih bisa.”

“Beban hidup semua orang berbeda. Jangan menilai diri dari apa yang tampak pada orang lain.”

“Kehilangan mengajarkan kita satu hal: hargai waktu, karena tidak ada yang benar-benar abadi.”

“Apa yang membuatmu damai, dekatkan. Apa yang meresahkan, lepaskan.”

“Bahagia bukan soal banyaknya pencapaian, tapi tentang hati yang bisa merasa cukup.”

“Menjaga kedamaian hati adalah bentuk terbaik dari menghargai hidup.”

Baca juga : Hal kecil yang membuatmu bertahan

© Kata Kita — Semua tulisan di blog ini adalah karya original. Dilarang menyalin/republish tanpa izin.