BERANI MELANGKAH MESKI BELUM SIAP

Klik play untuk mendengarkan musik sambil membaca.

 Kita sering merasa harus menunggu momen yang tepat untuk memulai sesuatu. Mungkin tunggu hati tenang, tunggu waktu pas, tunggu skill cukup atau tunggu percaya diri tumbuh. Sampai akhirnya yang ditunggu gak kunjung datang, dan kita hanya menua dalam penyesalan.

Tangan kanan seseorang sedang menulis kata "mulai" dengan pena hitam di atas buku catatan bergaris yang terbuka, diletakkan di atas meja kayu dengan pencahayaan hangat yang lembut.

Padahal dalam kenyataannya, “siap” bukan syarat untuk memulai, melainkan hasil dari keberanian untuk memulai.

Menunggu Siap Adalah Perangkap Psikologis

Ketika kita mengatakan “aku belum siap,” sebenarnya itu adalah refleksi dari ketakutan, bukan ketidaksiapan.
• Takut gagal.
• Takut dinilai orang.
• Takut kecewa lagi.
• Takut kehilangan kontrol.

Rasa takut itu menyamar menjadi dalih logis: “Aku cuma belum siap.” Tapi jika kita terus menunggu, bisa jadi kita akan selamanya gak akan merasa siap.

Kesiapan Itu Terbentuk Dalam Perjalanan, Bukan Sebelum Berangkat

Pernahkah kamu belajar naik sepeda dengan teori dulu selama berminggu-minggu sebelum benar-benar mengayuh? Tentu tidak. Kita belajar naik sepeda dengan terjatuh dulu, takut dulu, lalu akhirnya bisa.

Begitu pula hidup.

Semua yang hari ini terlihat siap dan hebat, dulunya pernah juga bingung, gugup, dan bahkan gagal.

Orang yang sekarang lancar public speaking dulunya gemetar memegang mic.
Penulis yang sekarang produktif dulunya ragu menulis satu paragraf.
Pebisnis yang sekarang sukses dulunya takut kehilangan modal.

Tonton video Shorts ini di YouTube

Jika Kamu Menunggu Siap, Kamu Akan Menunda Hidupmu

Bayangkan begini, kamu ingin membuka usaha kecil. Tapi kamu merasa belum siap karena modal pas-pasan, skill belum yakin, dan banyak yang lebih jago.

Tiga bulan, enam bulan, satu tahun berlalu dan ternyata kamu masih belum memulai.
Kamu masih menunggu kata “nanti.”
Padahal selama itu, banyak hal bisa kamu pelajari kalau kamu memilih untuk memulai.

Tiap langkah kecil akan membentuk ketangguhan. Tiap kegagalan kecil akan jadi pengalaman. Dan pada akhirnya, kamu akan menjadi pribadi yang jauh lebih siap dari hari ini.

Apa yang Bisa Kamu Lakukan Sekarang? Mulai dari kecil, mulai dengan pelan. Yang penting dimulai.

Kalau kamu bingung mulai dari mana, mulailah dari:
• Menuliskan niatmu
• Menyusun langkah pertama
• Melakukan satu tindakan kecil setiap hari

Misalnya kamu ingin bikin konten, tapi merasa belum siap. Mulailah dengan:
• Tulis ide 1 konten dulu.
• Riset 1 jam saja.
• Rekam versi kasarnya, simpan untuk dievaluasi.

Jangan pikirkan hasil akhir dulu. Pikirkan bagaimana caramu sampai ke sana secara pelan-pelan.

Ingat, Semua Orang Pernah Tak Siap

Jangan tertipu dengan tampilan luar orang lain. Yang kamu lihat sekarang hanyalah puncak dari gunung es perjuangan mereka. Yang kamu lihat adalah versi “sudah jadi.”

Tapi mereka semua pernah merasa seperti kamu sekarang, merasa gak siap, gak percaya diri, gak tahu harus mulai dari mana. Yang membedakan mereka hanyalah satu, yaitu mereka tetap mulai meski takut.

Mereka yang Berhasil, Tidak Selalu Lebih Hebat. Tapi Mereka Lebih Berani.

Keberhasilan bukan milik orang paling pintar. Tapi milik mereka yang cukup nekat untuk terus mencoba meski gak yakin. Dan milik mereka yang gak menunggu siap. Mereka melangkah dulu. Belajar sambil jalan. Kalau gagal, bangkit lagi. Meski ragu tapi tetap maju. Dan di titik tertentu mereka menjadi siap, justru karena perjalanan itu sendiri.

Kamu Tidak Sendiri dalam Rasa Tak Siap

Jika kamu membaca ini dan merasa kalimat ini seperti sedang menegur hatimu, itu tandanya semesta sedang mengajak kamu untuk bergerak.

Bukan besok.
Bukan nanti.
Tapi sekarang!

Karena sesungguhnya…
“Langkah kecil hari ini lebih bernilai daripada seribu rencana yang gak dijalankan.”

Jadi …

Mulailah, dan Lihat Dirimu Berkembang

Kamu gak harus punya semua jawabannya. Gak harus menunggu keadaan sempurna. Gak perlu jadi orang paling percaya diri. Yang kamu butuhkan cuma satu, yaitu kemauan untuk mulai.

Besok kamu bisa menjadi pribadi yang kamu impikan, tapi hanya jika kamu mau mulai hari ini.

Jangan tunggu siap. Mulailah sekarang.

Mungkin kamu juga suka artikel ini :

Aku tidak hidup dari pengakuan

Yang berat itu memulai, sisanya hanya kebiasaan

Hal kecil yang menjagamu bertahan

© Kata Kita — Semua tulisan di blog ini adalah karya original. Dilarang menyalin/republish tanpa izin.

Tinggalkan komentar