Pengalamanku dengan Hobi Nyanyi

Aku mulai suka nyanyi sejak kecil, tepatnya waktu aku masih duduk di bangku SD. Aku ingat banget, saat itu aku ikut seleksi paduan suara di sekolah. Sekolahku memang aktif banget ikut lomba-lomba, termasuk lomba nyanyi. Dan ternyata, aku lolos seleksi itu! Rasanya senang sekali.
Sejak saat itulah aku sadar kalau aku punya talenta di bidang menyanyi. Apalagi waktu itu aku dapat bimbingan dari guru yang berpengalaman dalam melatih olah vokal. Aku terus aktif di kegiatan paduan suara sampai aku lulus SMP. Setelah pindah ke Jakarta dan masuk SMA, aku melanjutkan hobi nyanyiku lewat kegiatan di gereja. Jadi bisa dibilang, aku hampir nggak pernah vakum dari dunia nyanyi.
Sebenarnya, dulu aku sempat punya cita-cita untuk bisa rekaman di studio. Tapi waktu itu, untuk masuk ke dunia rekaman nggak mudah. Akhirnya cita-cita itu nggak terwujud. Tapi aku tetap bersyukur, karena aku bisa melayani di gereja sebagai penyanyi. Itu jadi pengalaman yang berharga banget, dan aku benar-benar menikmati hobi nyanyi ini.
Nyanyi buatku bukan sekadar hobi, tapi juga hiburan. Saat sedih maupun senang, aku selalu bisa bernyanyi. Hampir setiap hari, kalau lagi nggak ada kegiatan, mulutku pasti bersenandung. Sampai akhirnya, ada masa ketika aku vakum. Aku nggak aktif lagi di pelayanan gereja, dan aku berhenti menyanyi. Awalnya aku pikir biasa saja, karena waktu itu aku sudah berkeluarga, sibuk dengan urusan rumah tangga dan anak-anak.
Tapi lama-lama aku merasa ada yang hilang. Aku kangen dengan masa-masa saat aku selalu nyanyi, selalu ada lagu yang keluar dari mulutku. Tanggung jawab dan kesibukan bikin aku lupa bahwa dulu nyanyi adalah bagian dari keseharianku. Sampai suatu hari aku sadar, kenapa aku sudah nggak pernah lagi nyanyi atau bersenandung seperti dulu?
Akhirnya aku coba kembali. Awalnya memang terasa aneh. Tapi aku pikir, sekarang kan ada banyak aplikasi untuk nyanyi, jadi kenapa nggak coba? Dari situ aku mulai lagi, dan ternyata rasanya menyenangkan sekali. Nyanyi kembali jadi hiburan yang bikin aku lega, saat sedih aku bisa terhibur, saat sepi aku nggak merasa sendirian. Bonusnya, aku bisa terus melatih suara dan pernapasanku. Mood-ku juga jadi jauh lebih baik.
Sekarang selain nyanyi lewat aplikasi di ponsel, aku juga sering karaoke di rumah dengan peralatan sederhana yang aku punya. Dan syukurnya, aku juga kembali aktif di paduan suara gereja. Rasanya seperti menemukan kembali bagian diriku yang sempat hilang.
Manfaat Bernyanyi untuk Kesehatan
Buatku, hobi kecil ini ternyata membawa manfaat besar. Nyanyi nggak cuma sekadar suara yang keluar dari mulut, tapi jadi cara untuk menenangkan hati, menghibur diri, dan tetap menjaga semangat.
Selain sebagai hobi yang menyenangkan, bernyanyi ternyata juga punya banyak manfaat untuk kesehatan. Sebuah penelitian yang dipublikasikan di PubMed menunjukkan bahwa bernyanyi dapat menurunkan kadar kortisol (hormon stres), meningkatkan antibodi immunoglobulin A yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh, serta membuat kita lebih tahan terhadap rasa sakit.
Laporan dari Harvard Health Publishing juga menegaskan bahwa aktivitas musik seperti bernyanyi dapat meningkatkan kualitas hidup, memperbaiki suasana hati, dan membantu kesehatan mental secara keseluruhan.
Bahkan, sebuah studi dari University of Exeter menemukan bahwa bernyanyi dalam kelompok paduan suara bisa memperbaiki memori dan fungsi otak, terutama bagi orang lanjut usia. Penelitian ini membuktikan bahwa bernyanyi bukan hanya sekadar kesenangan, tapi juga memberikan dampak positif nyata bagi tubuh dan pikiran.
Jadi aku percaya, apapun hobimu, sekecil apapun itu, kalau bisa membawa manfaat dan bikin kamu berkembang, itu sangat berharga.
Tips Melatih Vocal untuk Pemula
Nah, kalau kamu juga suka bernyanyi atau baru ingin mulai belajar, ada beberapa latihan dasar yang bisa banget dicoba. Tips ini sederhana, tapi cukup efektif untuk melatih suara supaya lebih stabil dan enak didengar.
- Pemanasan Suara Sebelum Bernyanyi
Sama seperti olahraga, pita suara juga butuh pemanasan. Coba lakukan humming (dengungan lembut), lip trill (getarkan bibir dengan suara “brrr”), atau nyanyi tangga nada sederhana. - Latihan Pernapasan dengan Diafragma
Bernyanyi bukan sekadar suara, tapi juga kontrol napas. Latih pernapasan diafragma dengan cara tarik napas dalam lewat hidung, tahan sebentar, lalu keluarkan perlahan lewat mulut sambil mengontrol. - Postur Tubuh yang Benar
Bernyanyi dengan berdiri tegak, bahu rileks, dan dada terbuka membantu keluarnya suara lebih kuat dan jelas. - Latihan Artikulasi
Ucapkan huruf vokal (a-i-u-e-o) berulang-ulang dengan intonasi berbeda. Bisa juga dengan tongue twister (kalimat cepat) untuk melatih kelenturan lidah dan mulut. - Minum Air Putih, Hindari Es dan Kafein
Suara butuh kelembaban. Banyak minum air putih suhu normal atau hangat, hindari minuman dingin/bersoda/kopi berlebihan karena bisa bikin pita suara kering. - Rekam dan Dengarkan Suara Sendiri
Dengan mendengar rekaman, kamu bisa tahu kelemahan dan bagian mana yang harus diperbaiki. - Konsistensi Latihan
Latih suara setiap hari minimal 10–15 menit. Lebih baik latihan singkat tapi rutin daripada lama tapi jarang-jarang.
Kalau kamu punya hobi yang mungkin sempat terpendam, coba deh mulai lagi. Cari tempat atau cara sederhana untuk menyalurkannya. Siapa tahu, hobi itu bisa jadi sumber kebahagiaan dan energi buatmu.
Itu sedikit cerita pengalamanku dengan nyanyi. Kalau kamu juga punya pengalaman serupa atau hobi lain yang bermanfaat, yuk berbagi di kolom komentar. Siapa tahu bisa saling menginspirasi.
Kalau kamu mau dengar hasil nyanyianku, aku juga upload di aplikasi WeSing. Klik WeSing-ku di sini. Siapa tahu bisa saling nyemangatin lewat lagu.
© Kata Kita — Semua tulisan di blog ini adalah karya original. Dilarang menyalin/republish tanpa izin.