TERIMA KASIH, AKU MASIH ADA

Ada hari-hari di mana kita merasa segalanya salah.
Alarm pagi telat dibalas dengan tubuh yang berat. Pikiran berkabut, semangat meredup. Rencana gagal, kabar baik gak datang, dan hati terasa kosong. Di hari-hari seperti itu, sulit rasanya berkata bahwa kita “baik-baik saja”.

Seorang pria berdiri tenang di alam terbuka dengan tangan terbuka ke langit, memancarkan ketenangan dan rasa syukur di bawah langit senja.

Tapi hari ini, meski kamu lelah, kamu masih di sini dan masih bertahan.
Dan untuk itu, terima kasih!

Tidak Harus Sempurna

Kadang kita berpikir hari yang baik itu harus produktif dan harus banyak pencapaian. Harus penuh tawa dan semangat yang menggebu.
Tapi sebenarnya, hari yang baik bisa jadi sesederhana ini, “Aku bangun. Aku melewati hari ini. Aku gak menyerah.” Itu saja sudah cukup.
Karena gak semua hari butuh prestasi. Ada hari-hari yang cuma butuh napas panjang, sedikit diam, dan keberanian kecil untuk tetap berjalan.


🎬 Tonton video ini langsung di YouTube

Terlalu Sering Kita Terlalu Keras pada Diri Sendiri

Kita sering lupa bahwa manusia itu bukan robot. Kita bisa lelah. Kita bisa sedih. Kita bisa hancur di pagi hari dan berusaha bangkit kembali saat matahari mulai turun. Tapi kita memaksa diri untuk terus terlihat kuat, terus terlihat waras, terus tampil seperti gak apa-apa.

Padahal gak apa-apa kalau kamu ingin berhenti sebentar.
Gak apa-apa kalau hari ini kamu hanya bisa melakukan satu hal kecil.
Karena kamu manusia dan manusia itu berhak istirahat.

Bersyukur Itu Tidak Harus Menunggu Semuanya Baik

Sering kali kita menunda rasa syukur. Menunggu semuanya baik dulu. Menunggu kabar baik, hasil bagus, hubungan yang lancar, hidup yang tertata.

Padahal… kadang hal-hal kecil pun layak disyukuri, misalnya :
• Makanan hangat yang kamu makan tadi.
• Seseorang yang mengirimi pesan singkat.
• Tubuhmu yang tetap berdiri walaupun hatimu runtuh.
• Atau… dirimu sendiri yang memutuskan untuk tidak menyerah.

Terima Kasih untuk Dirimu

Tulisan ini bukan tentang dunia luar. Ini tentang kamu. Tentang keberanianmu bangun di pagi hari, meski malam sebelumnya kamu merasa ingin menghilang. Tentang caramu tersenyum, walau isi hati penuh pertanyaan. Tentang diam-diamnya kamu menata diri, meski gak ada yang tahu kamu sedang lelah.

Dan aku ingin bilang satu hal yang mungkin belum kamu dengar hari ini,

“Terima kasih, karena sudah bertahan.”
“Terima kasih, karena gak menyerah.”
“Terima kasih, karena kamu memilih hidup, meski gak selalu mudah.”

Kalau Besok Masih Berat, Gak Apa

Malam ini, kamu boleh menangis.
Kamu boleh merasa hampa. Kamu boleh merasa belum tahu arah, belum bisa lupa, atau belum berhasil apa-apa. Tapi izinkan dirimu untuk tetap bersyukur, bukan karena semuanya baik, tapi karena kamu masih punya kesempatan untuk mencoba lagi.

“Besok kita mulai lagi, ya?”
Dengan langkah kecil, dengan hati yang masih belajar, dan dengan harapan yang pelan-pelan tumbuh kembali.

Hari Ini Layak Dihargai

Mungkin gak ada yang memelukmu hari ini.
Mungkin gak ada yang bilang “kamu hebat”.
Tapi biar tulisan ini jadi pengingat kecil bahwa kamu layak mendapat itu semua.

Dan sebelum kamu tidur malam ini, ucapkan kalimat ini pelan-pelan …

“Terima kasih, hari ini…”
“…karena aku tetap ada. Aku tetap hidup. Dan aku tetap punya harapan.”

Mungkin kamu juga suka artikel ini : belajar bahagia tanpa harus sempurna

© Kata Kita — Semua tulisan di blog ini adalah karya original. Dilarang menyalin/republish tanpa izin.

Tinggalkan komentar