KENAPA DIAM BISA JADI BENTUK PERLAWANAN

Gak semua yang diam itu artinya gak peduli.
Gak semua yang diam itu adalah baik-baik saja.
Dan gak semua yang memilih diam itu artinya kalah.

Kadang, diam adalah bentuk perlawanan paling dalam.
Bukan karena takut bicara, tapi karena sudah terlalu sering gak didengar.

Ketika Suara Gak Lagi Didengarkan

Kamu pernah gak? Berusaha menjelaskan perasaanmu secara berulang kali, dengan kata yang baik-baik.
Tapi yang kamu terima hanya disalahkan, disepelekan, atau diabaikan?

Lama-lama kamu akan berpikir :
“Ngomong juga percuma.”
Dan akhirnya kamu mulai menarik diri.

Bukan karena kamu gak ingin memperjuangkan hubungan itu.
Tapi karena kamu sudah kelelahan menjadi satu-satunya yang berusaha mengerti.

Diam yang Datang dari Luka

Diam bukan hanya sekadar gak berbicara.
Diam bisa datang dari beberapa faktor seperti :
• Kekecewaan yang gak selesai
• Lelah karena selalu disalahpahami
• Marah yang gak bisa disalurkan
• Kesedihan yang gak bisa ditangisi di depan siapa pun

Diam bisa jadi bentuk pertahanan karena bicara pun gak mengubah apa-apa. Yang ada hanya membuat luka semakin terasa.

Saat Diam Justru Lebih Keras dari Kata-Kata

Kadang, diam justru paling terdengar dan lebih jujur dari seribu kata bahkan lebih tajam dari teriakan.

Orang yang diam belum tentu berhenti peduli.
Tapi mungkin, dia sedang menyelamatkan diri dari kecewa yang lebih besar.

Dan orang yang kamu kira “dingin”, bisa jadi sedang berjuang untuk gak meledak.

Kita Butuh Didengar, Bukan Dihakimi

Dalam hubungan, entah itu cinta, keluarga, atau pertemanan pasti akan selalu ada konflik.
Tapi ketika komunikasi berubah jadi saling menyalahkan, saling menghindar, atau saling menuntut, maka diam bukan lagi jeda. Dia itu menjadi tanda yang lebih bahaya.

Semua orang butuh didengar dan divalidasi. Dan ketika seseorang mulai diam, itu bisa jadi alarm bahwa hatinya sedang ditutup perlahan-lahan.

Jika Kamu Diam Hari Ini…

Kalau kamu sedang diam sekarang, mungkin itu bukan karena kamu lemah.
Tapi karena kamu sedang melindungi bagian paling rapuh dalam dirimu. Dan itu gak apa-apa.

Tapi semoga…
kamu gak diam selamanya.
Karena perasaan yang terlalu lama disimpan, bisa berubah jadi luka yang kamu bawa ke mana-mana.

💬 Video pendek tentang cinta yang diam-diam menunggu tanpa suara, tapi penuh makna.

Diam Gak Selalu Damai

Jangan anggap diam sebagai bentuk damai.
Bisa jadi, itu hanya ruang kosong yang pelan-pelan menjauhkan dua hati.

Jika kamu berada di sisi yang menerima diam dari orang lain, maka cobalah untuk mendekat bukan secara paksa. Tapi dengarkan dan bukan berdebat.

Dan jika kamu berada di sisi yang diam, maka cobalah untuk melihat lagi, apakah kamu masih ingin diperjuangkan, atau sudah siap melepaskan?

Apapun itu…
semoga diam yang kamu pilih, bukan bentuk mengalah tapi pilihan sadar untuk berdamai dengan dirimu sendiri.

Mungkin kamu suka dengan artikel lainnya : hubungan tidak sehat secara emosional

Atau kamu mungkin suka artikel ini : ketika ego mengalahkan cinta

© Kata Kita — Semua tulisan di blog ini adalah karya original. Dilarang menyalin/republish tanpa izin.

Tinggalkan komentar